Sunday, March 6, 2011

10 Bandar Mati Yang Menakutkan

1. KOLMANSKOP di Selatan Namibia

Kolmanskop adalah sebuah kota mati di selatan Namibia, beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Di tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah. Dalam dua tahun terciptalah sebuah kota yang megah lengkap dengan segala prasarananya seperti kasino, sekolah, rumah sakit, juga dengan bangunan tempat tinggal yang eksklusif yang berdiri di atas tanah yang dulunya tandus dan merupakan padang pasir.





Tetapi setelah perang dunia pertama, jual beli berlian menjadi terhenti, ini merupakan permulaan berakhirnya semuanya. Sepanjang tahun 1950 kota mulai ditinggalkan, pasir mulai meminta kembali apa yang menjadi miliknya. Papan metal yang kukuh roboh, kebun yang cantik dan jalanan yang rapi dikubur dibawah pasir, jendela dan pintu bergeretak pada setiap engselnya, kaca-kaca jendela terpecah dan seperti menunjukan kehancuran pada hamparan pasir yang menjulang.

Sebuah kota mati baru telah dilahirkan, sampai saat ini masih nampak sepasang bangunan yang berdiri, juga terdapat bangunan seperti sebuah teater masih dalam kondisi yang sangat baik, dan sisanya, rumah-rumah tersebut hancur digerus pasir dan menjadi deretan rumah-rumah hantu yang menakutkan.

2. PRYPIAT terletak di Ukraine 
Prypiat adalah sebuah kota besar di daerah terasing di Ukraine Utara, merupakan daerah perumahan para pekerja kawasan nuklearr Chernobyl. Kawasan ini mati sejak terjadinya bencana nuklear Chernobyl yang menelan hampir 50000 jiwa. Setelah kejadian, lokasi ini seperti sebuah museum, menjadi bagian dari sejarah Soviet. Bangunan apartement, kolam renang, rumah sakit, dan banyak bangunan yang lain hancur. Dan semua isi yang terdapat dalam bangunan tersebut dibiarkan ada di dalamnya, seperti TV, mainan anak-anak, barang berharga, pakaian dan lain-lain semua seperti kebanyakan milik keluarga-keluarga pada umumnya.







Penduduk hanya boleh mengambil dokumen penting, buku dan pakaian yang tidak terkontaminasi oleh nuklear. Namun sejak abad 21, tidak lagi ada barang berharga yang tertinggal, bahkan tempat duduk tandas pon dibawa oleh para perompak, banyak dari bangunan yang isinya di curi dari tahun ke tahun. Bangunan yang tidak lagi terjaga, dengan atap yang bocor, dan bagian dalam bangunan yang menakung air di musim hujan, semakin membuat kota tersebut benar-benar menjadi kota mati. Kita boleh melihat pohon yang tumbuh di atap rumah, pohon yang tumbuh di dalam rumah.

3. SAN ZHI di Utara Taiwan
Sebuah kampung yang futuristic, pada awalnya dibangun sebagai sebuah tempat peristirahatan yang mewah bagi orang kaya. Bagaimanapun, setelah terjadi banyak kecelakaan yang membawa maut pada masa pembangunannya akhirnya projek tersebut dihentikan. Setelah mengalami kesulitan dana dan kesulitan para pekerja yang mahu mengerjakan projek tersebut akhirnya pembangunan resort tersebut benar-benar dihentikan ditengah jalan. Desas-desus kemudian bermunculan, banyak yang bilang kawasan kampung tersebut menjadi tempat tinggal para hantu, mereka yang sudah meninggal.







4. AGDAM berada di Azerbaijan

Kota besar Agdam di Azerbaijan adalah salah satu kota besar yang populasi penduduknya mencapai 150000 orang. Namun kemudian hilang setelah pada tahun 1993 sepanjang perang Nagorno Karabakh. Walaupun kota ini tidak secara langsung menjadi asa peperangan, namun kota ini tetap mendapatkan kesan dari perang tersebut, dengan menjadi korban dari sikap para Armenians yang menghancurkan kota tersebut. Bangunan-bangunan di musnah dan akhirnya ditinggalkan penghuninya, hanya peninggalan masjid-masjid yang masih utuh berdiri. Penduduk Agdam sendiri sudah berpindah ke area lain, seperti ke Iran.

5. Varosha
Varosha adalah sebuah daerah yang tidak diakui oleh republic Cyprus Utara. Sebelum tahun 1974 Turki menyerang Cyprus, daerah ini merupakan daerah pelancongan modern di kota Famagusta. Pada tiga dekad terakhir, kota ini ditinggalkan dan menjadi kota mati. Di tahun 1970-an, kota ini menjadi kota tujuan pelancongan utama di Cyprus. Untuk memberikan pelayanan yang memuaskan kepada para pelancong, kota ini membangun berbagai bangunan mewah dan hotel.



Ketika tentara Turki menguasai daerah tersebut, mereka menjaga dan memagari daerah tersebut, tidak boleh ada yang keluar masuk kota tersebut tanpa izin dari tentara Turki dan tentara PBB. Rencana untuk kembali mengembalikan Varosha ke tangan kendali Yunani, namun rencana tersebut tidak pernah terwujud. Hampir selama 34 tahun kota tersebut dibiarkan dan tidak ada perbaikan. Perlahan bangunan-bangunan tersebut hancur, metal mulai berkarat, jedela pecah, dan akar-akar tumbuhan menembus dinding dan pejalan kaki. Kura-kura bersarang di pantai yang ditinggalkan. Di tahun 2010 Pemerintahan Turki berhasrat untuk membuka kembali Varosha untuk para pelancong dan kota kembali boleh didiami dan akan menjadi salah satu kota yang paling berpengaruh di utara pulau

6. CRACO di Itali 
Craco terletak didaerah Basilicata dan provinsi Matera sekitar 25 batu dari teluk Taranto. Kota pertengahan ini mempunyai area yang khas dengan dipenuhi bukit yang berombak-ombak dan hamparan pertanian gandum serta tanaman pertanian lainnya. Ditahun 1060 ketika kepemilikan tanah Craco dimiliki oleh Arnaldo pimpinan Tricarico. Hubungan yang berjalan lama dengan gereja membawa pengaruh yang banyak kepada seluruh penduduk. Di tahun 1891 populasi penduduk Craco lebih dari 2000 orang, waktu itu mereka banyak dilanda permasalahan social dan kemiskinan yang banyak membuat mereka putus asa, antara tahun 1892 dan 1922 sekitar 1300 orang pindah ke Amerika Utara. Keadaaan pertanian yang buruk ditambah dengan bencana alam gempa bumi, tanah longsor serta peperangan inilah yang menyebabkan mereka berpindah



7. ORADOUR-SUR-GLANE di Perancis
Perkampungan kecil Oradour Sul Glane di Perancis menunjukan sebuah keadaan keadaan yang sangat mengerikan. Selama perang dunia ke II, 642 penduduk dibantai oleh tentara Jerman sebagai bentuk pembalasan atas terhadap perlakuan Perancis waktu itu. Jerman yang waktu itu sebenarnya berniat menyerang daerah di Oradour Sul Glane tapi akhirnya mereka menyerang perkampungan kecil tersebut pada tanggal 10 Jun 1944. menurut kesaksian orang-orang yang selamat, penduduk laki-laki dimasukan kedalam sebuah gudang dan tentara jerman menembak kaki mereka sehingga akhirnya mereka mati secara pelan-pelan. Wanita dan anak-anak yang dimasukan ke dalam gereja, akhirnya semua mati tertembak ketika mereka berusaha keluar dari dalam gereja. Kampung tersebut benar-benar dihancurkan tentara Jerman waktu itu. Dan sampai saat ini reruntuhan kampung tersebut masih berdiri dan menjadi saksi betapa kejamnya peristiwa yang terjadi saat itu. 







8. GUNKANJIMA di Jepun



Pulau ini adalah salah satu dari 505 pulau tak berpenghuni di Nagasaki Daerah pentadbiran Jepon, sekitar 15 kilometer dari Nagasaki. Pulau ini juga dikenal sebagai “Gunkan Jima” atau pulau kapal perang. Pada tahun 1890 ketika suatu perusahaan (Mitsubishi) membeli pulau tersebut dan memulai projek untuk mendapatkan arang batu dari dasar laut di sekitar pulau tersebut. Di tahun 1916 mereka membangun konkrit besar yang pertama di pulau tersebut, sebuah blok apartemen dibangun untuk para pekerja dan juga berfungsi untuk melindungi mereka dari angin taufan.



Pada tahun 1959, populasi penduduk pulau tersebut meningkat, kepadatan penduduk waktu itu mencapai 835 orang per hektar untuk keseluruhan pulau, sebuah populasi penduduk terpadat yang pernah terjadi di seluruh dunia.

Ketika minyak tanah menggantikan arang batu tahun 1960, lombong arang batu mulai ditutup, tidak terkecuali di Gunkan Jima, di tahun 1974 Mitsubishi secara resmi mengumumkan penutupan lombong tersebut, dan akhirnya mengosongkan pulau tersebut. Pada tahun 2003 pulau ini dimbil sebagai setting film “Battle Royal II” dan mengilhami sebuah game popular “Killer7”.

9. KOWLOON WALLED CITY 

Kota besar Kowloon yang terletak di luar Hongkong, China. Dulunya diduduki oleh Jepun selama perang dunia II, yang kemudian diambil alih oleh penduduk asing setelah Jepun menyerah. Pemerintahan Inggris ingin China bertanggung jawab terhadap kota ini, sebab kota tersebut menjadi kota yang tidak ade peraturan dan tidak taat pada hukum pemerintah. Populasi tidak terkendali, jalan yang penuh tersumbat oleh sampah, bangunan yang sangat tinggi sehingga membuat cahaya matahari tidak bisa menyinari. Seluruh kota disinari dengan neon. Kota tersebut penuh dengan rumah pelacuran, kasino, rumah candu dan ubat bius dan kokain, banyak terdapat makanan-makanan dari daging anjing dan juga terdapat kilang-kilang rahsia yang tidak dibanteras oleh penguasa.Keadaan ini akhirnya berakhir ketika di tahun 1993, diambil keputusan oleh pemerintah Inggris dan penguasa China untuk menghentikan semua itu. 



10. KADYKCHAN di Russia



Kadykchan merupakan salah satu kota kecil di Rusia yang hancur saat runtuhnya Soviet Union. Penduduk terpaksa berjuang untuk mendapatkan akses untuk memperoleh air, bantuan kesehatan dan juga sekolah. Mereka harus keluar dari kota itu dalam jangka waktu 2 minggu, untuk menempati kota lain dan menempati rumah baru. Kota dengan penduduk sekitar 12000 orang yang rata-rata sebagai pelombong timah ini dikosongkan. Mereka meninggalkan rumah mereka dengan segala perabotannya. Jadi anda akan menemui mainan, buku, pakaian dan berbagai barang didalam kota yang kosong.

errr sape pernah tengok house of wax? haha :D

No comments: